Sistem I/O

Sistem I/O

*Sistem I/O
1. Perangkat Keras I/O
2. Aplikasi Antarmuka I/O
3. Kernel I/O Subsystem
4. Mengubah I/O Request Menjadi Operasi Perangkat Keras
5. Streams
6. Performance

*Perangkat Keras I/O 
Banyaknya jenis perangkat keras I/O. I/O memiliki konsep umum seperti berikut :
1. Port
2. Bus (Daisy chain atau shared direct access)
3. Controller (host adapter)

*Perangkat kontrol instruksi I/O 
Perangkat-perangkat tersebut memiliki alamat, yang digunakan untuk :
1. Instruksi I/O langsung
2. Memory-mapped I/O

*Jenis Perangkat Keras 
1. Perangkat penyimpan data
2. Perangkat penghubung
3. Perangkat antarmuka dengan user

*Konsep Umum Suatu perangkat berhubungan dengan sistem komputer dengan cara mengirim sinyal melalui suatu kabel atau bahkan melalui udara. Perangkat tersebut berkomunikasi dengan mesin melalui port. Struktur komputer yang umum dipakai adalah Daisy Chain.

*I/O Port Register 
1. Register Status
2. Register Control
3. Register Data-in
4. Register Data-out

*Polling 
Host terus membaca busy-bit secara berulang-ulang sampai bit tersebut clear. Host set write-bit di command-register dan menulis satu byte di data-out register. Host set bit command-ready. Ketika controller mengetahui kalau bit command-ready di-set, dia men-set busy bit. Controller membaca command-register dan melihat perintah tulis. Dia membaca data-out register untuk mendapatkan
bytenya, dan melakukan operasi I/O. Controller menghapus bit command-ready, membersihkan bit error di status register yang menandakan operasi I/O berhasil, dan menghapus busy-bit yang menandakan kalau operasi sudah selesai.

*Interrupt 
Jalur interrupt dihasilkan oleh perangkat I/O. Interrupt Handler menerima interrupt tersebut. Mekanisme interrupt juga digunakan untuk penanganan exception.

*Interrupt-Driven I/O Cycle


*Direct Memory Access (DMA)1. Generasi komputer yang sangat tua

   > Controller membaca dari perangkat
   > Sistem Operasi meminta controller membaca data
2. Generasi komputer yang tua 
   > Controller membaca dari perangkat
   > Controller meng-interrupt OS
   > Sistem Operasi menyalin data ke memori
3. Generasi DMA
   > Controller membaca dari perangkat
   > Controller menyalin data ke memori
   > Controller meng-interrupt OS
*DMA Transfer



*I/O Subsystem1. Scheduling : 

   Permohonan I/O dilakukan berdasarkan antrian perangkat. Beberapa sistem operasi berusaha untuk seadil mungkin
2. Buffering : 
   Menyimpan data di memori selama proses transfer antar perangkat. Solusi perbedaan kecepatan dari perangkat yang ada. Solusi perbedaan ukuran transfer perangkat caching.
3.Cache : 
   area memori yang cepat, yang berisikan kopian-kopian data.
  Beda BUFFER dan CACHE :
  Buffer dapat menyimpan satu-satunya copy dari sebuah item data yang ada. Sedangkan cache hanya menyimpan sebuah salinan dari data di tempat lain pada storage sehingga lebih cepat diakses. Peningkatan performa I/O, terutama untuk berkas yang digunakan secara bersama oleh beberapa
aplikasi, dan berkas yang sedang di baca/tulis secara berulang-ulang. 
4. Spooling :
    buffer yang menyimpan output device. Spooling tidak dapat menerima interleaved data stream. 1 device dapat memenuhi 1 permintaan, tetapi aplikasi bisa diminta secara bersamaan. Sistem operasi meng-intercept semua output ke device. Masing-masing output aplikasi di-spooled ke berkas disk yang
berbeda. Setiap sistem operasi menyediakan control interface yang membuat users dan administrator sistem menampilkan antrian, menyingkirkan pekerjaan yang tidak diinginkan, dll.
5. Error Handling :
   Sistem Operasi dengan pelindung memori dapat bertahan dari berbagai jenis error dari perangkat keras dan aplikasi. Sistem Operasi sulit memperbaiki kesalahan permanen bila terjadi pada komponen penting. Umumnya akan me-return sebuah error number atau kode ketika permintaan I/O gagal. Log system error menyimpan laporan masalah yang ada.

Sekian postingan Saya mengenai I/O system ...
:D

Troubleshooting, adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris, yang merujuk kepada sebuah bentuk penyelesaian sebuah masalah. Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Troubleshooting, kadang-kadang merupakan proses penghilangan masalah, dan juga proses penghilangan penyebab potensial dari sebuah masalah. Troubleshooting, pada umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti halnya dalam bidang komputer, administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan [listrik|kelistrikan].

Pengertian Troubleshooting
Dalam dunia komputer, segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer disebut Troubleshooting dan timbulnya masalah dalam komputer tentu ada sebabnya. Pada kesempatan ini kita akan sedikit belajar untuk mendeteksi masalah pada komputer Anda terutama yang berhubungan dengan Hardware.
Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya Anda lakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang berhubungan dengan Software atau spesifikasi permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahannya cukup rumit, sebaiknya Anda install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki sebuah Software.

Teknik Dalam Troubleshooting
Terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward. Untuk lebih mengenal kedua teknik tersebut, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu definisi dari masing-masing teknik tersebut.

A.Teknik Forward
Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik). Untuk mempermudah silakan simak contoh berikut :
1.  Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah    terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.
2.  Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.

B.Teknik Backward
Hampir sama dengan teknik sebelumnya, teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita ambil beberapa contoh sebagai Beriku :
1.Floppy Disk Yang Tidak Dapat Membaca Disket Dengan Baik.
2.Komputer Tidak Mau Menyala Saat Tombol Power Pada Casing Di Tekan.

Tabel Pendeteksian Masalah

Setelah penjelasan sederhana dari kedua teknik tersebut penulis akan membahas lebih dalam lagi ke teknik Backward, karena bagi pengguna komputer rumahan tentunya teknik ini lebih banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah pada komputer Anda, silakan simak tabel berikut :


*Analisa Pengukuran
Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.
Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.

*Analisa Suara
Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
1.      Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
2.      Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
3.      Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
4.      Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
5.      Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
6.      Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
7.      Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
8.      Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
9.       Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).

Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

*Analisa Tampilan
Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.

Cara Cepat Mengenali Troubleshooting
1.      Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.
2.      Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.
3.      Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard.              


Dengan kedua macam teknik dalam pendeteksian maslah dalam komputer tersebut, tentunya akan lebih memperkaya pengetahuan kita di bidang komputer, jadi jika suatu saat terdapat masalah pada komputer kita dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum membawa ke tempat servis, kalaupun harus membawa ke tempat servis kita sudah mengerti letak permasalahannya, jadi kita tidak lagi dibohongi oleh tukang servis.
comments powered by Disqus