Video Converter For Linux

Halo Pembaca! Pada tulisan kali ini, saya mau membahas mengenai software video converter di linux. Pengguna windows mungkin memiliki banyak pilihan untuk software video converter, sebut saja winAVI, Super, xilisoft, dll. Bagaimana dengan Linux? Tentu ada! Sebut saja Mobile Media Converter (MMC), DIVX Converter, T@b Encode, Transcode, dll. Pada kesempatan ini saya mencoba membandingkan kemampuan software-software video converter tadi. Berikut software-software yang telah saya, DivX Converter, MMC, Sinthgunt dan T@b Encode. Software tersebut saya jalankan di komputer dengan spesifikasi AMD Athlon X2 4400@2,7Ghz, 2GB dengan OS PCLinuxOS 2010.
T@b Encode
tabencoderSoftware t@b encoder ini memiliki user interface yang sederhana, namun meski sederhana, saya bingung menggunakanya (ato saya yang dudul?), hehehehehe… secara umum, penggunaan software ini cukup mudah, cuma saya agak kesulitan membuka direktori /media. Akhirnya saya pindah dulu video yang akan di convert ke direktori /home, baru deh lancar.
tabencoder1

T@b Encoder ini mendukung banyak format dan menyediakan beberapa preset yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Performa software ini dalam menkonversi sebuah video cukup cepat, namun hasilnya kurang memuaskan. Kecepatan konversinya paling cepat dibandingkan software lain yang dibahas dalam artikel ini.
+ Kecepatan Konversi tercepat!
- Kualitas hasil konversi kurang
- Tidak mendukung batch converter
Sinthgunt
 singunt Sinthgunt memiliki user interface yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Software yang menggunakan logo kuda berjingkrak kayak ferrari ini mendukung banyak format video dan menyediakan banyak preset yang dapat dipilih oleh user sesuai kebutuhan.
singunt2Mulai dari Avi, VCD, DVD, MPEG4 dan 3GP :mrgreen: didukung oleh software ini. Pengguna ponsel dan portable media player juga dimudahkan dengan adanya software ini, karena menyediakan preset mobile phone, PSP,PS3 dan tentu saja Ipod. Meski cukup mudah digunakan dan dilengkapi dengan banyak preset, kecepatan konversi menggunakan software ini sangat lambat meski terbayar dengan hasik konversi yang cukup bagus.
singunt1  proses konversi sedang berjalan
+ User interface sederhana dan mudah digunakan
+ Preset yang disediakan cukup banyak dan lengkap
+ hasil konversi bagus
+ Batch Converter
- Proses konversi lambat
Mobile Media Converter (MMC)
mmc
Mobile Media Converter (MMC) adalah software media converter yang pertama kali saya kenal. MMC ini adalah converter spesialis untuk perangkat bergerak, kok bisa? namanya aja MOBILE Media Converter, hehehehehe… Disebut spesialis karena menyediakan preset untuk berbagai perangkat bergerak seperti iPod, PS3, Xbox dan HaPe. Tampilan user interfacenya sederhana dan mudah digunakan. Software ini juga mendukung batch convert, alias mengkonversi video secara berurutan. So, langsung aja masukin semua video yang mau dikonversi, pilih presetnya dan klik Convert! Selain menyediakan preset yang cukup lengkap, MMC juga menyediakan pengaturan konfigurasi yang lebih advance jika bawaan presetnya belum sesuai, cukup pilih preset yang diinginkan kemudian klik ‘more’ untuk melakukan pengaturan lebih dalam. Pengaturan meliputi resolusi, channel, FPS, codec hingga bitrate.
mmc3 Meski tampak sederhana, namun software ini cukup lengkap dan nyaman digunakan. Kalo gak salah nih, MMC menggunakan engine FFMPEG untuk mengkonversi video/audio. MMC ini juga memiliki fitur untuk mendownload video dari youtube, so tinggal klik ‘uTube’ trus copas URL nya, langsung deh bisa di download dan di diconvert ke format yang diinginkan. Pengguna gadget n hape cocok banget pake software ini untuk mengkonvert video sesuai gadget atau hape yang digunakan.
+ Interface sederhana namun menarik dan mudah dimengerti
+ Preset lengkap
+ Downloader video dari situs Youtube
-
DivX Converter
divx
Ini dia, konverter andalan saya, hehehehehe… Selain MMC, software ini juga sering saya gunakan untuk membajak menconvert video yang berasal dari keping DVD biar ukurannya lebih ramping :) . User interface nya sederhana, terdiri dari menu-menu disertai icon yang berukuran besar yang mewakili fungsi menu tersebut. penggunaanya cukup sederhana, tinggal pilih file yang akan di convert menggunakan ‘add file’, tentukan kualitas output dan direktori tempat file hasil convert akan disimpan. Jika anda sudah expert soal multimedia, anda dapat melakukan pengaturan yang advance sesuai yang diinginkan. Pengaturan dapat dilakukan melalui tab ‘video filter’ untuk video, ‘audio filter’ untuk audio dan ‘subtitle’ jika anda berminat untuk menambah subtitle :) .
snapshot23Bitrate, resolusi, codec, aspect ratio dan berbagai pengaturan lain disediakan, tidah hanya untuk vdeonya, audio juga disesiakan pengaturannya. Jika anda pemula atau masih awam soal multimedia, tak perlu khawatir, disediakan preset setting yang cukup mudah dimengerti, mula dari normal quality hingga insane quality, silahkan pilih sesuai keinginan anda.
 snapshot24  snapshot26
Kecepatan dan hasil konversi cukup memuaskan. Software ini juga mendukung batch convert, alias konversi banyak file sekaligus dalam sebuah urutan antrian. Sayangnya, software ini tidak menyediakan preset setting untuk media DVD atau untuk perangkat bergerak/gadget, ini cukup menyulitkan. Codec video yang didukung software ini hanya sebatas DivX, Xvid dan h264, sesuai dengan namanya, Divx Converter :D .
+ Hasil konversi bagus, kecepatan konversi cukup cepat
+ Batch Convert
+ Pengaturan lengkap
- Dukungan codec terbatas
- Tidak ada preset untuk media lain (DVD, VCD, Hape, gadget)
Kesimpulan
Ternyata Linux juga banyak memiliki software-software multimedia yang berkualitas. Hasil konversinya pun gak kalah dengan software video converter berbayar di windows macam winAVI, Xilisoft dan totalVideo converter. Adanya software-software ini membuat saya membuang software konverter berbayar di windows, lumayan mengurangi dosa pembajakan yang saya lakukan :mrgreen: hehehehe… Dari 4 software ini, saya recomend MMC dan DivX converter, kedua software ini cukup solid dengan kinerja dan kelengkapan fitur yang cukup bagus. Oh iya, semua software ini sudah tersedia di repo PCLinuxOS yang saya gunakan dalam pembahasan kali ini, bagi yang menggunakan distro lain, silahkan cek dulu di repo masing-masing yah :D . Sampai disni dulu posting kali ini, see u!

Sumber : http://tuxlin.wordpress.com/
comments powered by Disqus